Selasa, 30 Desember 2014

Berita Tentang Pesawat AirAsia QZ8501 yang Hilang

Kepala Badan SAR Nasional, Bambang Soelistyo, mengaku pihaknya tidak bisa menangkap sinyal darurat pesawat AirAsia QZ 8501. Pakar dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi mengatakan hal itu lumrah terjadi jika pesawat jatuh ke laut.
Melalui jumpa pers pada Senin (29/12), Kepala Basarnas, Bambang Soelistyo, mengatakan setiap pesawat memiliki Emergency Local Transmitter (ELT) atau pemancar sinyal darurat. Alat itu secara otomatis bekerja memancarkan sinyal darurat jika pesawat bertabrakan atau jatuh.
“Seharusnya sinyal ditangkap sistem kita dan memberikan peringatan. Namun, sampai detik ini, sinyal itu tidak tertangkap dalam sistem kita. Negara-negara tetangga sudah kita cek dan mereka juga tidak menangkap sinyal ELT (AirAsia QZ 8501),” ujar Bambang.
Penyelidik senior Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Prof. Dr. Mardjono Siswosuwarno, yang menangani penyelidikan jatuhnya pesawat Adam Air di perairan Majene, Sulawesi Barat pada 1 Januari 2007, mengatakan hal itu bisa saja terjadi.
“Masalahnya, kalau antena ELT terlepas, sinyal tidak terpancar, seperti kasus jatuhnya Sukhoi di Gunung Salak. Lalu kalau terendam air laut, ELT juga tidak bisa memancarkan sinyal,” kata Mardjono.
Di dalam laut, sambungnya, fungsi ELT digantikan dengan Underwater Locator Beacon atau pinger.
"Alat itu menempel pada black box dan memancarkan terus menerus suara ping, ping, ping selama 30 hari. Suara tersebut memancar dalam frekuensi dan interval tertentu dengan jarak 500 meter dari posisi ULB," jelasnya kepada wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan.
Badan SAR Nasional akan meminjam perangkat deteksi dari sejumlah negara.

Deteksi

Untuk mendeteksi suara ULB, sonar harus digunakan. Biasanya kapal perang punya perangkat sonar. Cara lain ialah menyeret TPL (Towed Pinger Locator) menggunakan kapal.
Kepala Basarnas, Bambang Soelistyo, mengaku spesifikasi peralatan yang dimiliki pihaknya belum seperti yang diharapkan. Karena itu, Basarnas akan melibatkan kapal riset milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
“Atas kekurangan teknologi, kita juga telah berkoordinasi melalui Menteri Luar Negeri (Retno Marsudi) untuk meminjam perangkat dari negara-negara yang sudah menawarkan, di antaranya Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat,” kata Bambang.
Soal lokasi pencarian, Mardjono optimistis pesawat AirAsia QZ 8501 akan bisa ditemukan relatif lebih mudah mengingat perairan sekitar Pulau Bangka, Pulau Belitung, dan Selat Karimata lebih dangkal ketimbang di perairan Sulawesi—lokasi jatuhnya Adam Air pada 2007.
“Saat itu, pesawat Adam Air berada 2.000 meter permukaan laut.”

Jumat, 05 Desember 2014

Resep Ifumi Mini

bahan bahan yang digunakan.
1 bungkus mi instan rebus/mie biasa asal jangan goreng
cara membuat
1.Rebus mi instan dalam air mendidih
2.Jika sudah matang lalu ditiriskan
3.campur dengan bumbu mie instan
4.panaskan minyak
5.goreng mie yang sudah diberi bumbu itu ke wajan (gorengnya dikit-dikit) hingga crispy
6.angkat mie
7.ifumi mini siap dimakan



selamat mencoba...^.^